Kamis, Februari 07, 2019

Kata kebudayaan berasal dari kata budh dalam bahasa Sansekerta yang berarti akal, lantas menjadi kata budhi (tunggal) atau budhaya (majemuk), sampai-sampai kebudayaan ditafsirkan sebagai hasil pemikiran atau akal manusia.

Ada pendapat yang menuliskan bahwa kebudayaan berasal dari kata budi dan daya. Budi ialah akal yang adalahunsure rohani dalam kebudayaan, sementara daya berarti tindakan atau ikhtiar sebagai unsure jasmani sampai-sampai kebudayaan ditafsirkan sebagai hasil dari akal dan ikhtiar manusia.

Kebudayaan=cultuur (bahasa belanda)=culture (bahasa inggris)=tsaqafah (bahasa arab), berasal dari ucapan latin : “colere” yang dengan kata lain mengolah, mengerjakan, menyuburkan dan mengembangkan, terutama mengubah tanah atau bertani. Dari segi makna ini berkembanglah makna culture sebagai “segala daya dan kegiatan manusia untuk mengubah dan mengolah alam”.

Pengertian Kebudayaan

Dalam disiplin ilmu antropologi budaya, kebudayaan dan kebiasaan itu ditafsirkan sama (Koentjaraningrat, 1980:195). Namun dalam IBD dipisahkan antara kebiasaan dan kebudayaan, sebab IBD berkata tentang dunia idea tau nilai, bukan hasil fisiknya.

Secara sederhana definisi kebudayaan dan kebiasaan dalam IBD mengacu pada definisi sebagai inilah :
  • 1. Kebudayaan dalam makna luas, ialah keseluruhan sistem gagasan, perbuatan dan hasil karya insan dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan kepunyaan diri insan dengan belajar.
  • 2. Kebudayaan dalam makna sempit bisa disebut dengan istilah kebiasaan atau tidak jarang disebut kultur yang berisi definisi keseluruhan sistem usulan dan tindakan.
Kebudayaan ataupun yang dinamakan peradaban, berisi definisi luas, mencakup pemahaman perasaan sebuah bangsa yang kompleks, mencakup pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hokum, adat-istiadat (kebiasaan), dan pembawaan lainnya yang didapatkan dari anggota masyarakat (Taylor, 1897:19).

Kebudayaan terdiri atas sekian banyak  pola, bertingkah laku mantap, pikiran, perasaan dan reaksi yang didapatkan dan khususnya diturunkan oleh symbol-simbol yang merangkai pencapaiannya secara tersendiri dari kelompok-kelompok manusia, tergolong di dalamnya perwujudan benda-benda materi, pusat hakikat kebudayaan terdiri atas tradisi cita-cita atau paham, dan khususnya keterikatan terhadap nilai-nilai.

Ketentuan-ketentuan berpengalaman kebudayaan tersebut sudah mempunyai sifat universal, bisa diterima oleh pendapat umum meskipun dalam praktek, makna kebudayaan menurut keterangan dari pendapat umum merupakan suatu yang berharga atau baik (Bakker, 1984:21).

1. Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan menurut keterangan dari Ki Hajar Dewantara berarti buah budi manusia ialah hasil perjuangan insan terhadap dua pengaruh kuat, yaitu alam dan zaman (kodrat dan masyarakat) yang adalah bukti kejayaan hidup insan untuk mengatasi sekian banyak 

rintangan dan kesukaran di dalam hidup dan penghidupannya guna menjangkau keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya mempunyai sifat tertib dan damai.

2. Koentjaraningrat
Mengatakan bahwa kebudayaan berarti keseluruhan usulan dan karya insan yang mesti dibiasakannya dengan belajar serta borongan dari hasil budi pekertinya.

3. A.L. Kroeber dan C.Kluckhohn (1952:34)
Dalam bukunyan Culture, a critical review of concepts and definitions menuliskan bahwa kebudayaan ialah manifestasi atau penjelmaan kerja jiwa insan dalam makna seluas-luasnya.

4. Malinowski
Malinowski melafalkan bahwa kebudayaan pada prinsipnya menurut atas sekian banyak  system keperluan manusia. Tiap tingkat kebutuhan tersebut menghadirkan corak kebiasaan yang khas. Misalnya, untuk memenuhi keperluan manusia bakal keselamatannya maka timbul kebudayaan yang berupa perlindungan, yaitu seperangkat kebiasaan dalam format tertentu, laksana lembaga kemasyarakatan.

5. E.B Taylor (1873:30)
dalam bukunya Primitive Culture kebudayaan ialah suatu satu kesatuan atau jalinan kompleks, yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, susila, hokum, adat-istiadat dan kesanggupan-kesanggupan beda yang didapatkan seseorang sebagai anggota masyarakat.

Dapat ditarik benang merah bahwa kebudayaan ialah hasil buah budi insan untuk menjangkau kesempurnaan hidup. Hasil buah budi (budaya) manusia tersebut dapat kita untuk menjadi 2 macam :
  1. Kebudayaan material (lahir), yakni kebudayaan yang berwujud kebendaan, contohnya : rumah, gedung, alat-alat senjata, mesin-mesin, pakaian dan sebagainya.
  2. Kebudayaan immaterial (spiritual=batin), yakni : kebudayaan, adat istiadat, bahasa, ilmu pengetahuan dan sebagainya.

Silahkan Berkomentar Dengan Baik, Jika Terdapat Link Aktif Otomatis Komentar Akan Kami Hapus!
EmoticonEmoticon

close