Selasa, Februari 05, 2019

Pengertian Hadits
Hadits ialah segala ucapan (sabda), tindakan dan ketetapan dan persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan ataupun hukum dalam agama Islam. Hadits dijadikan sumber hukum dalam agama Islam di samping Al-Qur'an, Ijma dan Qiyas, dimana dalam urusan ini, status hadits adalahsumber hukum kedua sesudah Al-Qur'an.

Ada tidak sedikit ulama periwayat hadits, tetapi yang tidak jarang dijadikan referensi hadits-haditsnya terdapat tujuh ulama, yaitu Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Daud, Imam Turmudzi, Imam Ahmad, Imam Nasa'i, dan Imam Ibnu Majah.

Ada bermacam-macam hadits, laksana yang diuraikan di bawah ini :
  • Hadits yang disaksikan dari tidak sedikit sedikitnya perawi
  • Hadits Mutawatir
  • Hadits Ahad
  • Hadits Shahih
  • Hadits Hasan
  • Hadits Dha'if
  • Berdasarkan keterangan dari Macam Periwayatannya
  • Hadits yang estafet sanadnya (hadits Marfu' atau Maushul)
  • Hadits yang terputus sanadnya
  • Hadits Mu'allaq
  • Hadits Mursal
  • Hadits Mudallas
  • Hadits Munqathi
  • Hadits Mu'dhol
  • Hadits-hadits dha'if diakibatkan oleh cacat perawi
  • Hadits Maudhu'
  • Hadits Matruk
  • Hadits Mungkar
  • Hadits Mu'allal
  • Hadits Mudhthorib
  • Hadits Maqlub
  • Hadits Munqalib
  • Hadits Mudraj
  • Hadits Syadz
  • Beberapa definisi dalam ilmu hadits
  • Beberapa buku hadits yang masyhur / populer
Kata hadits berasal dari  kata hadits , jamaknya ahadits, hidtsan dan hudtsan.Namun yang terpopuler ialah ahadits, dan lafal berikut yang sering digunakan oleh semua ulama hadits sekitar ini.

Dari segi bahasa kata ini memiliki tidak sedikit arti, diantaranya al-jadid (sesuatu yang baru) yang adalahlawan dari kata al-qadim (sesuatu yang lama). Bisa ditafsirkan pula sebagai al-khabar (berita) dan al-qarib (sesuatu yang dekat).

Pengertian Hadits

Ilmu hadis : ilmu mengenai memindah dan meriwayatkan apa saja yang dihubungkan dangan Rasulullah saw, baik tentang perkataan beliau ucapkan, atau tindakan yang beliau lakukan, atau pernyataan yang beliau ikrarkan (yakni berupa sesuatu yang dilaksanakan di depan nabi saw.

perbuatan tersebut tidak dilarang olehnya) atau sifat-sifat nabi saw, tergolong tingkah laku beliau sebelum menjadi rasul atau sesudahnya, atau menukil/meriwayatkan apa saja yng dihubungkan untuk sahabat atau tabi’in.

Sedangkan definisi hadits secara terminologis ialah “Segala sesuatu yang disandarkan untuk Nabi Muhammad SAW baik berupa perkataan, perbuatan, pengakuan (taqrir) dan sebagainya”.

Pengertian hadits menurut keterangan dari istilah dari 3 sudut pandang Ulama :


1. Berdasarkan keterangan dari para Muhadditsun (ahli hadits)
Hadits didefinisikan sebagai segala riwayat yang berasal dari Rasulullah baik berupa ucapan , tindakan , ketetapan (taqrir), sifat jasmani dan tingkah laku, beliau baik sebelum diusung menjadi rasul (seperti tahannuts beliau di gua Hiro’) maupun sesudahnya”.

Karena semua muhadditsun meninjau bahwa individu Nabi Muhammad itu ialah sebagai uswatun hasanah , sampai-sampai segala yang berasal dari beliau baik terdapat hubungannya dengan hukum atau tidak, dikategorikan sebagai hadits.

2. Berdasarkan keterangan dari para berpengalaman ushul fiqh (ushuliyyun)

Para ushuliyyun mendefinisikan hadits sebagai segala sesuatu yang disandarkan untuk Nabi SAW di samping al-Qur’an , berupa ucapan ,perbuatan maupun ketetapan (taqrir) beliau , yang bisa dijadikan sebagai alasan hukum syari’ah sebab bersangkut-paut dengan hukum islam.

Ushuliyyun meninjau bahwa individu Nabi Muhammad ialah sebagai pembuat undang-undang (di samping yang telah ada dalam Al-Qur’an) yang menciptakan dasar-dasar ijtihad untuk para mujtahid yang datang sesudahnya dan menjelaskan untuk umat islam mengenai aturan hidup (ibid).

3. Berdasarkan keterangan dari sebagian ulama (jumhur ulama)
Berdasarkan keterangan dari sebagian ulama antara beda at-Thiby, sebagaimana dilansir M. Syuhudi Ismail , menuliskan bahwa hadits ialah segala ucapan , perbuatan, dan takrir nabi, semua sahabat, dan semua tabiin.(ibid)

Ada tidak sedikit ulama periwayat hadits, tetapi yang tidak jarang dijadikan referensi hadits-haditsnya terdapat tujuh ulama, yakni:
  • Imam Bukhari
  • Imam Muslim
  • Imam Abu Daud
  • Imam Turmudzi
  • Imam Ahmad
  • Imam Nasa'i
  • Imam Ibnu Majah.

Pemberitaan terhadap hal-hal yang didasarkan untuk Nabi Muhammad SAW dinamakan brita yang marfu’, sementara yang disandarkan untuk sahabat dinamakan berita mauquf dan yang disandarkan untuk tabi’iy dinamakan maqthu’.

Silahkan Berkomentar Dengan Baik, Jika Terdapat Link Aktif Otomatis Komentar Akan Kami Hapus!
EmoticonEmoticon

close